Jumat, 27 Juli 2018 15:28 WITA

Bentrok Indonesia di Laga Kedua, Kekuatan Palestina Manakutkan

Editor: Abu Asyraf
Bentrok Indonesia di Laga Kedua, Kekuatan Palestina Manakutkan
Timnas Palestina

RAKYATKU.COM - Timnas U-23 diprediksi akan melangkah mulus ke babak knock out Asian Games 2018. Dari lima tim yang menghuni Grup A, Palestina satu-satunya tim kuat.

Anak asuhan pelatih Luis Milla akan bertemu Palestina pada laga kedua, Selasa (14/8/2018). Timnas Indonesia akan melakoni laga perdana melawan Taiwan pada Minggu (12/8/2018). Selanjutnya melawan Laos 16 Agustus dan terakhir melawan Hong Kong pada 20 Agustus.

Di bidang politik, Indonesia bersahabat dengan Palestina. Dukungan rakyat Indonesia terhadap kedaulatan Palestina terus mengalir. Begitu pula sumbangan berupa makanan dan dana terus mengali dari berbagai elemen dan organisasi. Namun, di lapangan, kondisinya jauh berbeda.

Timnas Palestina dipastikan tidak akan mengasihani Timnas U-23 di ajang Asian Games karena balas jasa atas dukungan politik selama ini.

Kekuatan Palestina cukup menakutkan. Kemenangan 5-1 atas Thailand di ajang Piala Asia U-23 tahun 2018 menunjukkan kekuatan mereka. Dalam ajang tersebut, Palestina lolos dari babak pertama sebagai runner-up grup B. Dari tiga laga, mereka cuma sekali kalah kala bersua dengan Jepang. Palestina berhasil mengimbangi Korea Utara dengan skor 1-1. 

Langkah mereka terhenti di perempat final setelah kalah 2-3 dari Qatar. Akan tetapi, terselip catatan positif di balik kekalahan tersebut. Catatan itu berkaitan dengan mentalitas mereka dalam bermain.

Palestina tertinggal dua gol dari Qatar dan mesti bermain dengan 10 pemain saat waktu normal menyisakan 13 menit. Meski begitu, skuat asuhan Ayman R K Sandouqa tak gentar. Mereka terus menekan dan membidik gawang sang seteru. Qatar pun kelimpungan. 

Palestina dapat memangkas defisit gol pada menit ke-87 lewat sepakan Mohamed Darwish. Di sisa pertandingan, Palestina terus menekan dan menguasai jalannya laga. Serangan demi serangan mereka lancarkan, tetapi sampai laga usai tak ada gol tambahan. Mereka harus angkat kaki. 

Namun, tekanan konstan yang diberikan Palestina sampai pertandingan usai --kendati kalah jumlah pemain-- menandakan bahwa mereka punya mental bermain yang baik. Selain itu, ada beberapa sisi positif Palestina lainnya yang bisa menyulitkan Timnas U-23 di ajang Asian Games 2018. 

Palestina bukanlah tim yang mengandalkan bola-bola udara untuk mencetak gol, melainkan kesebelasan yang memanfaatkan kelicinan dua sayap demi merangsek masuk ke dalam kotak penalti.

Sebagai bukti pertama, lihat saja aksi di sisi kanan dan kiri Palestina yang lebih besar ketimbang aksi di jalur tengah. Aktivitas Palestina di kedua sisi, disitat laman resmi AFC, mencapai 71,3 persen. Itu cukup menyimpulkan bahwa Palestina menjadikan dua sayap sebagai sumber serangan. 

Bukti selanjutnya dapat ditengok dari alir distribusi. Saat memasuki permainan lawan, pemain Palestina langsung mengarahkan ke pemain depan. Setelah berada di sepertiga akhir, bola langsung disodorkan pemain sayap yang sudah mengambil ancang-ancang di tepi lapangan. 

Perihal mengakhiri serangan, pemain sayap Palestina jarang sekali melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Mereka seringnya melakukan cut inside untuk mencari ruang tembak atau menyodorkan umpan tarik. Tak heran bila pencetak gol terbanyak Palestina adalah pemain sayap kanannya, yakni Oday Ibrahim Mohammad Dabbagh.

Pada Piala Asia U-23 2018, Palestina terkenal sebagai tim yang punya sistem pertahanan yang bagus. Berkaca pada statistik aksi defensif Palestina yang bisa dikatakan luar biasa.

Mereka punya rasio 18 tekel sukses per laga. Untuk urusan memotong aliran bola, Palestina mesti diacungi jempol. Tengok saja rata-rata intersep mereka yang mencapai 11 per laga. Belum lagi sapuan mereka yang menyentuh 24,7 per pertandingan.

Sederet statistik tersebut tak lepas dari keputusan Ayman bermain di kedalaman untuk meredam gempuran lawan. Ketika tak menguasai bola, Palestina berupaya menutup semua ruang dengan menggunakan banyak pemain. 

Selain itu, dua gelandang difungsikan untuk menutup ruang bagi tembakan jarak jauh dan mengawali serangan. Ayman juga memberi arahan kepada pemain sayap untuk memangkas jarak dengan full-back ketika sedang dalam mode bertahan. Setumpuk catatan itu menunjukkan bahwa pertahanan Palestina memang sulit untuk ditembus. 

Meski demikian, mantan bek sayap Timnas, Alexander Pulalo yakin Hansamu Yama san kawan-kawan bisa tembus semifinal. Menurutnya, permainan tim asuhan Luis Milla tersebut sudah bagus.

"Saya melihat Timnas U-23 mengalami perkembangan. Namun, saya tetap berpesan kepada mereka untuk tidak egois. Saya ingin mereka bekerja sama secara tim, tidak bermain individu," kata Alex Pulalo.

"Permainan Indonesia sudah bagus. Menurut saya, target semifinal mungkin bisa tercapai di Asian Games nanti," lanjutnya


Jadwal Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018:

12 Agustus; Indonesia U-23 VS Taiwan
14 Agustus; Indonesia U-23 VS Palestina
16 Agustus; Indonesia U-23 VS Laos
20 Agustus; Indonesia U-23 VS Hong Kong