Kamis, 09 Agustus 2018 20:48 WITA

Curhat Atlet Nasional yang Dicueki KONI dan PASI Maros

Penulis: Muh. Basri
Editor: Nur Hidayat Said
Curhat Atlet Nasional yang Dicueki KONI dan PASI Maros
Yusri bersama atlet Asian Games di Istana Negara, beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM, MAROS - Salah satu atlet nasional asli Maros, Yusri, mengungkapkan keprihatinannya terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maros dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maros.

Pasalnya, Yusri merasa keberhasilannya menembus kancah nasional sebagai atlet sama sekali tidak mendapat dukungan dari KONI maupun PASI Maros. Hal ini diungkapkan Yusri atlet modern pentathlon, Kamis (9/8/2018). 

Yusri bercerita, sebelum bergabung dengan TNI dirinya merupakan atlet di bawah naungan KONI yang membawahi PASI karena Yusri adalah atlet lari. Dia berada di bawah naungan KONI pada 2002 sampai 2006. 

"Saya pernah ikut Porda (Pekan Olahraga Daerah) tahun 2002 di Palopo dan 2006 di Bone mawakili Kabupaten Maros. Itu saat saya masih sekolah SMA, setelah itu karena ada batasan usia yang ikut Porda akhirnya saya tidak dipakai lagi. Tahun 2007 akhirnya saya memilih bergabung dengan TNI," ujar Yusri yang akan membela Indonesia pada Asian Games mendatang.

Yusri menyebut, karena tidak adanya kepedulian terhadap atlet-atlet senior membuat banyak atlet berprestasi memutuskan meninggalkan daerahnya dan memilih membela provinsi lain yang tidak memiliki batasan usia.

"Akibat dari batasan usia itulah pembinaan otomatis terputus. Jika tidak pandai mencari peluang dan berjuang sendiri jangan harap bisa menjadi atlet Nasional. Padahal banyak Kejurnas dan PON tidak memiliki batasan usia yang menjadi lahan pengembangan bakat dan prestasi atlet,” paparnya. Namun dirinya bersyukur dapat mengembangkan prestasinya melalui satuan tempatnya bertugas yakni TNI. 

Batasan usia yang diberlakukan ini membuat atlet-atlet Maros seolah-olah hanya dipersiapkan untuk Porda saja sedangkan untuk Kejurnas lainnya tidak difasilitasi. Padahal KONI sendiri pada 2017 lalu mendapat dana hibah Rp1 miliar namun prestasi olahraga Maros tidak maju.