Minggu, 12 Agustus 2018 17:38 WITA

KONI Luwu Keberatan Soal Penetapan Tuan Rumah Porprov Sulsel 2022

Penulis: Irwan Musa
Editor: Aswad Syam
KONI Luwu Keberatan Soal Penetapan Tuan Rumah Porprov Sulsel 2022
Ketua KONI Luwu, Astamanga Azis. Foto: Irwan Musa/Rakyatku.com

RAKYATKU.COM, LUWU - Ketua KONI Kabupaten Luwu, Astamanga Azis, menolak penetapan dua kandidat yang bersaing sebagai tuan rumah Porprov Sulsel 2022, yang akan dilakukan melalui Rrapat anggota tahunan KONI Sulsel, Minggu (12/8/2018). 

Astamanga Azis mengatakan, pihaknya meminta keadilan terkait penetapan tuan rumah Porprov. Dia heran sikap KONI Sulsel, saat ini.

"Waktu tahun 2010, untuk penetapan tuan rumah penyelenggaraan, KONI Sulsel menetapkan Bantaeng. Dengan kandidat saat itu, Luwu dan Bantaeng. Berbicara kesiapan dan prosedur, kami menganggap Luwu lebih siap dibanding Bantaeng," jelas Astamanga.

"Tetapi KONI Sulsel menetapkan Bantaeng. Karena dinilai, Porda belum pernah di wilayah Selatan. Maka, kita terima saat itu. Karena mau pemerataan event olahraga," sambungnya.

Lebih jauh, Astamanga memaparkan, setelah Bantaeng, penetapan tuan rumah Porprov, kandidat yang mengajukan adalah Luwu Timur dan Pinrang. "Kemudian yang ditetapkan KONI Sulsel adalah Pinrang. Alasannya sama, saat itu Ajatappareng belum pernah dilakukan Porda," tambahnya.

Merujuk calon tuan rumah Porda yang nantinya akan berganti nama jadi Porprov, ada dua kandidat yang bersaing. Yakni, Sinjai dan Bulukumba.

"Palopo dan Lutim mengajukan tuan rumah bersama Sinjai dan Bulukumba. Tetapi Palopo digugurkan, yang saya mau sampaikan KONI Sulsel tidak memperhatikan kewilayahan untuk acuan penetapan calon tuan rumah. Berbicara kesiapan, Luwu lebih siap 8 tahun lalu. Mestinya pasca Pinrang, harusnya Luwu Raya atau Makassar sekitar, seperti Gowa atau Maros. Ini kalau mau pemetaan wilayah. Kami butuh keadilan," keluh Astamanga.

Olehnya itu, Astamanga menegaskan menolak penetapan dua kandidat sebagai tuan rumah Porprov. "Kami meminta untuk meninjau ulang dasar penetapan tuan rumah. Kalau kami (Luwu) ditunjuk hari ini, maka kami sudah siap," tegasnya.

Bukan itu saja, Ketua KONI Luwu menyarankan agar proses penetapan tuan rumah Porprov tidak satu periode saja, melainkan bisa hingga penyelenggaraan Porprov 20 tahun yang akan datang. "Penetapan tuan rumah harus adil dan mewakili wilayah, jangan hanya berdasarkan suka dan kedekatan. Harus profesional dan mengedepankan asas manfaat," tandas Astamanga.