Senin, 03 September 2018 20:40 WITA

Atlet Sepak Takraw Sulsel Tentang Medali Emas yang Lepas

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Nur Hidayat Said
Atlet Sepak Takraw Sulsel Tentang Medali Emas yang Lepas
Muhammad Hardiansyah Muliang saat dijemput di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (3/9/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Salah satu atlet Sulsel peraih medali pada Asian Games 2018, Muhammad Hardiansyah Muliang, tiba di Kota Makassar, Senin (3/9/2018).

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Tautoto Tanaranggina, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulsel, Sri Endang Sukarsih, serta sanak keluarga atlet menyambut kedatangannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (3/9/2018).

Hardiansyah meraih medali emas pada nomor quadrant putra Asian Games 2018. Selain itu, ia juga menyabet medali 1 perak dan 2 perunggu pada nomor berbeda.

Ancha, sapaan akrabnya, mengaku senang bukan main atas sambutan yang ia terima. "Saya tak menduga adanya penyambutan yang seperti ini," kata Ancha.

Meraih medali emas untuk indonesia, begitu membanggakan bagi dirinya. Apalagi ini merupakan pertama kalinya ia mengikuti ajang internasional memperkuat kontingen Indonesia.

"Saya bersyukurlah (sepak takraw) jadi salah satu cabang olahraga peraih medali untuk Indonesia, terkhususnya Sulsel," sambungnya.

Saat bincang-bincang dengan media, Ancha juga menyinggung soal peluang medali emas pada pada nomor beregu putra yang akhirnya lepas.

Pada laga final, Indonesia kalah 1-2 dari Malaysia. Laga yang dimaksud Ancha berlangsung di Jakabaring Sport City, Selasa (28/8/2018) lalu.

Lewat pertarungan ketat, Indonesia sesungguhnya unggul 21-18 pada set pertama. Dan, pada set kedua Indonesia hampir saja menuntaskan permainan dan membawa pulang medali emas.

Namun, keunggulan 11-17 tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh Indonesia. Pada akhirnya Malaysia yang awalnya tertinggal bisa menyamakan kedudukan menjadi 19-19.

Laga kian menegangkan ketika skor terpampang 20-20. Namin, pada situasi deuce akhirnya bisa dimenangi Malaysia dengan skor 22-20.

Pada set ketiga Indonesia seperti mengalami penurunan performa. Indonesia bahkan sempat tertinggal 9-18. Akhirnya Malaysia dengan mudah menuntaskan laga dengan skor 21-11.

Atas kekalahan itu, menurut Ancha, hanya soal faktor keberuntungan. "Saya kira Malaysia hanya faktor rezeki mungkin," ucapnya.