Minggu, 09 September 2018 11:24 WITA

Mirisnya Nasib Petinju Bantaeng, Bus Tak Datang, Beras Pun Sudah Habis

Editor: Abu Asyraf
Mirisnya Nasib Petinju Bantaeng, Bus Tak Datang, Beras Pun Sudah Habis
Atlet tinju Bantaeng yang berlaga di Popda Sulsel 2018.

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Rombongan atlet tinju Bantaeng kembali mendapat kesulitan dalam kepulangannya ke Bantaeng, setelah bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018.

Sejak awal keberangkatan, rombongan atlet tinju memang tidak jelas mengenai kendaraan yang akan membawanya ke Makassar.

Namun berkat bantuan dari Ketua PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin, atlet bisa menggunakan bus Pemda Bantaeng. Biaya bahan bakar dan honorarium sopir ditanggung istri Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah itu.

"Tidak ada kejelasan kendaraan yang mau menjemput. Saya hubungi nomor sopirnya, tetapi tidak diangkat-angkat," ujar pelatih tinju Bantaeng, Hasbullah kepada Rakyatku.com, Minggu (9/9/2018).

Seharusnya sejak Minggu pagi, para atlet sudah berangkat ke Bantaeng. Namun tidak ada kejelasan dari sopir yang akan menjemputnya. Padahal, kata Hasbullah, persediaan makanan untuk para atlet pun kini tidak mencukupi.

"Mana lagi persediaan sarapan tidak cukup, apalagi untuk makan siang. Bantuan beras sejak hari Kamis sudah habis. Jadi saya beli lagi. Namun, ini sudah habis untuk dimakan pagi," bebernya.

Dia berusaha mendapatkan pinjaman kendaraan yang akan mengantar para atlet tinju ke Bantaeng. 

"Alhamdulillah, tadi dari Dinas Perhubungan Bantaeng, Pak Dullah sudah mengutus dua mobil untuk menjemput," akunya.

Padahal atlet tinju Bantaeng membawa pulang tiga medali emas, tiga medali perak, dan sembilan medali perunggu dari Poda Sulsel.

Petinju Bantaeng yang meraih medali emas, yakni Ahmad Nur, Hendri, dan Resky Amanda. Peraih medali perak Erna, Asri, dan Rahmawati. Sedangkan peraih medali perunggu, yakni Sulpa Sul, Irfan, Kisma, Selvi, Mutmainna, Juswar, Riska Amelia, Sri Wahyuni, dan Fitriani.

Popda Sulsel berlangsung 4-8 September 2018 di Makassar. Bantaeng menurunkan 20 petinju. 

Para atlet harus berkorban dengan fasilitas seadanya. Pada hari pertama di Makassar, mereka tidur di atas karpet tanpa atap di belakang gedung senam Sudiang. Belakangan mereka diizinkan tidur dalam ruangan senam yang kosong.