Selasa, 11 September 2018 13:20 WITA

Minta Maaf Usai Dipecat, Kemana Romano Fenati?

Editor: Mulyadi Abdillah
Minta Maaf Usai Dipecat, Kemana Romano Fenati?
Romano Fenati

RAKYATKU.COM - Romano Fenati meminta maaf pasca dipecat oleh dari Tim Marinelli Snipers atas insiden pada gelaran Moto2 San Marino 2018 di Misano.

Bukan cuma itu saja. Kontrak pebalap asal Italia itu di MV Agusta diputus untuk musim 2019.

Permintaan maaf itu disampaikan secara tertulis melalui situs pribadinya, http://www.romanofenati.it.

“Saya minta maaf kepada dunia olahraga. Pagi ini, dengan pikiran jernih, saya berharap itu hanya mimpi buruk. Saya memikirkannya dan berpikir kembali ke momen-momen itu, saya membuat gestur yang memalukan, saya bukan seorang pria!," tulis Fenati, Senin (10/9/2018) waktu Italia.

Fenati didiskualifikasi dari balapan karena terbukti bersalah melakukan aksi berkendara yang tidak bertanggung jawab dan membahayakan Stefano Manzi. Ketika keduanya melaju kencang pada kecepatan 217 km/jam, ia menekan tuas rem depan motor rivalnya tersebut.

“Seorang pria akan menyelesaikan balapan dan kemudian dia akan pergi ke Race Direction untuk mencoba dan mendapatkan keadilan atas insiden sebelumnya. Saya seharusnya tidak bereaksi terhadap provokasi," katanya.

Pembalap muda ini memang banjir kritikan pasca insiden itu. “Gambaran mengerikan tentang saya dan olahraga telah keluar. Saya tidak seperti itu, orang yang mengenal saya dengan baik tahu itu!," tegasnya.

“Dalam karier saya, saya hanya selalu menjadi pembalap. Tahun lalu saya adalah salah satu dari sedikit yang tidak dihukum, saya tidak pernah menempatkan hidup orang lain dalam bahaya, malah, saya selalu mempertahankan bahwa ada pembalap di lintasan yang tidak masuk akal karena gaya berkendara mereka.

“Memang benar, sayangnya saya memiliki karakter impulsif, tetapi niat saya tentu saja tidak menyakiti seorang pembalap seperti saya, sebaliknya saya ingin membuatnya mengerti bahwa apa yang dilakukannya berbahaya dan bagaimana saya juga bisa melakukan sesuatu yang mirip dengan apa yang dia lakukan kepada saya!

“Saya tidak ingin membenarkan diri saya sendiri, saya tahu bahwa tindakan saya tidak dapat dibenarkan, saya hanya ingin meminta maaf kepada semua orang.

“Sekarang saya akan punya waktu untuk merefleksikan dan menjernihkan pikiran saya,” demikian Fenati.