Rabu, 26 September 2018 21:59 WITA

Atlet Judo Bone Tak Melanggar, Ketua PJSI Ungkap Hasil Musyawarah KONI Sulsel

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Abu Asyraf
Atlet Judo Bone Tak Melanggar, Ketua PJSI Ungkap Hasil Musyawarah KONI Sulsel
Salah satu pertandingan judo di Porda Pinrang.

RAKYATKU.COM,PINRANG - Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Bone, Andi Akbar angkat bicara terkait atlet PON yang berlaga di Porda. Dia menegaskan, atlet tersebut tidak melanggar aturan.

Sebelumnya, atlet judo dari Kabupaten Bone, Aditya Wahyudi diduga melanggar regulasi di Porda Sulsel. Setiap atlet yang telah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), tak diperbolehkan lagi tampil di Porda.

"Khusus atlet judo, dan itu diputuskan dalam rapat musyawarah provinsi 2017 lalu di Hotel Tanjung Bunga Makassar, kalau tidak salah. Di situ diputuskan bahwa memang atlet yang pernah tampil di PON tidak bisa lagi tampil di Porda," kata Ketua PJSI Kabupaten Bone, Andi Akbar, Rabu (26/9/2018).

Akbar menjelaskan, judo tak termasuk dalam aturan yang berlaku seperti cabang olahraga lain. Khusus judo, ada poin yang wajib diperoleh bagi para atlet untuk kemudian dikumpulkan agar bisa berlaga di PON mendatang.

"Judo sistem penentuan untuk lolos ke PON dia menggunakan poin. Sedangkan Porda ini memiliki 800 poin makanya kita butuh poin untuk masuk ke sana," papar Akbar yang juga Camat Bontocani, Kabupaten Bone.

Ia menjelaskan, hanya Provinsi Sulsel yang menerapkan peraturan tersebut. Sebab provinsi lain di luar Sulsel, tak menerapkan aturan itu dikarenakan adanya sistem poin yang harus dikejar para atlet judo melalui Porda. 

Jika ada kesalahanpahaman yang terjadi, kata Akbar, KONI Sulsel yang harus bertanggung jawab. "Jawa tidak ada pembatasan. Di Jawa, Sumatera, tidak dibatasi baik itu pemain PON, Sea Games, Asian Games, Olimpiade tetap ikut Porda karena untuk mendapatkan poin," jelas Akbar.

"Jadi ini sah, itu sudah dibahas di Musprov dan diplenokan pada saat rapat. Kalaupun misalnya tidak masuk di pedoman Porda, berarti yang lalai itu KONI Sulsel karena ini ada berita acaranya," pungkasnya.