Selasa, 09 Oktober 2018 08:58 WITA

Miftahul Didiskualifikasi di Asian Para Games karena Tolak Lepas Hijab, Ini Kata MUI

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Miftahul Didiskualifikasi di Asian Para Games karena Tolak Lepas Hijab, Ini Kata MUI
Miftahul Jannah. Ist

RAKAYTKU.COM - Ajang Asian Para Games 2018 menuai kontroversional. Datang dari cabang olahraga judo, salah satu atlet Indonesia didiskualifikasi karena alasan tidak ingin lepas hijab.

Adalah Miftahul Jannah. Sosok perempuan yang memiliki ketidaksempurnaan dalam penglihatan itu tidak bisa ikut berjuang dalam kelas tanding judo.

Megenai hal tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Islam (MUI), Zainut Tauhid Sa'di mengaku prihatin dengan keputusan wasit yang mendiskualifikasi pejudo putri Indonesia, Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018.

"MUI sangat prihatin dengan keputusan wasit yang mendiskualifikasi judoka Indonesia Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018 karena menolak untuk melepas hijab saat masuk matras," kata Zainut.

Menurutnya, wasit tak perlu mendiskualifikasi pejudo asal Aceh tersebut hanya karena menolak melepas hijabnya. Wasit, kata Zainut, harus menghormasti hak dari Miftahul Jannah sebagai seorang muslimah.

"Seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi, karena pertimbangan untuk menghormati hak asasi manusia terhadap pejudo yang melaksanakan keyakinan agamanya," bebernya.

Ia menambahkan, penanggung jawab pertandingan judo Asian Para Games 2018 seharusnya dapat mengkomunikasikan hal tersebut dengan para wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Sehingga, aturan itu bisa disesuaikan dengan Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018.

"Dan yang membuat peraturan agar dapat merevisi aturan yang sifatnya diskriminatif dan tidak sesuai dengan semangat penghormatan terhadap HAM," tukasnya.