Jumat, 19 Oktober 2018 22:08 WITA

NA Bersikeras Sinjai dan Bulukumba Tetap Jadi Tuan Rumah Bersama Porprov 2022

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
NA Bersikeras Sinjai dan Bulukumba Tetap Jadi Tuan Rumah Bersama Porprov 2022
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Meski mendapat desakan dari sejumlah pihak, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) bersikukuh Kabupaten Sinjai dan Bukukumba tetap jadi tuan rumah bersama perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang.

Nurdin meminta pengertian semua pihak. Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna membangun kebersamaan. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mencontohkan ajang Asian Games 2018 lalu yang dihelat di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang.

"Jadi ini adalah sebuah pilihan yang sulit. Tapi saya mau minta pengertian kita semua supaya kita bangun kebersamaan. Contohnya, Asian Games 2018 itu kan digelar di Jakarta dan Palembang. Saya kira ini persoalannya kenapa menjadi dua supaya tidak ada yang merasa kecewa. Yang satu dapat rekomendasi, yang satu hasil voting. Makanya kita ambil jalan tengah," tuturnya saat ditemui Rakyatku.com di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (19/10/2018).

Hasil voting, menurut Nurdin, bukanlah satu-satunya mekanisme yang menentukan siapa yang berhak menjadi tuan rumah. Sebab menurutnya, dalam aturan, Gubernur Sulsel punya hak untuk menjadi penentu.

"Hasil voting itu bukan satu-satunya yang menentukan. Jadi dalam peraturan kita lihat bahwa semuanya diserahkan kepada Gubernur Provinsi Sulsel untuk menetapkan. Ini kalau kita tetapkan Sinjai, pasti Bulukumba komplain, yah kan," tuturnya.

Loading...

Disinggung mengenai adanya rekomendasi dari Komisi E DPRD Sulsel untuk meninjau ulang SK tuan rumah bersama tersebut, Nurdin mengaku akan tetap memperhatikan masukan yang ada. Hanya saja, dirinya meminta apapun keputusan nantinya agar semua pihak belajar untuk legawa.

"Rekomendasi (DPRD Sulsel) itu akan kita perhatikan. Tapi yang harus kita pahami bahwa keputusan itu diambil untuk membangun sebuah kebersamaan. Tidak mudah menjadi pelaksana tuan rumah Porprov, apalagi dalam kondisi anggaran yang semakin sulit sementara kebutuhan kita semakin besar. Apa masalahnya jika ini dilakukan bersama-sama, yah kan. Disinilah kita lihat kebersamaan kita semua. Jadi kalau kita masih menampakkan perbedaan-perbedaan, kapan kita bisa maju," ungkapnya.

Nurdin meminta kedua kabupaten tersebut untuk memprioritaskan persiapan ketimbang mempermasalahkan penunjukan tuan rumah bersama tersebut. Apalagi, menurutnya, masih banyak waktu untuk bisa membenahi segala sarana dan prasarana olahraga untuk menyongsong ajang olahraga terbesar di Sulsel ini.

"Ini kan masih empat tahun lagi, masih banyak yang bisa berubah. Kalau saya siapin dulu venuenya. Misalnya nanti Sinjai sudah siap, maka mandiri (tuan rumah tunggal) pun bisa. Sekarang kita bertengkar harus ini dan itu tapi apa yang sudah siap. Kalau kita bicara sekarang terlalu pagi," tutupnya.

Loading...
Loading...