Jumat, 02 November 2018 21:09 WITA

Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Pembalap Bone Pinjam Motor Latihan dari Pangkep

Penulis: Herman
Editor: Nur Hidayat Said
Anggaran Ratusan Juta Rupiah, Pembalap Bone Pinjam Motor Latihan dari Pangkep
Manajer balap motor Bone, Heru (kiri).

RAKYATKU.COM, BONE - Sejumlah atlet Bone cabang olahraga balap motor mengeluhkan tidak adanya fasilitas saat mengikuti Porda Sulsel XVI di Kabupaten Pinrang, beberapa waktu lalu.

Salah satu pembalap Bone, Faat (17), kepada Rakyatku.com mengaku, saat mengikuti Porda ia sama sekali tidak menggunakan kelengkapan yang difasilitasi oleh manajer.

"Di Porda kemarin jangankan baju balap, kaos tangan pun tidak ada. Saya hanya menggunakan alat pribadi saya. Motor balap untuk latihan pun saya pinjam dari atlet Pangkep," ujar Faat, Jumat (2/11/2018).

"Kemarin itu kita hanya dikasih dana pembinaan sebanyak Rp3 juta. Katanya itu semua untuk pengganti baju dan biaya makan selama di Porda. Itu saja tidak cukup, kemarin saya hanya paket rompi waktu balap," tuturnya.

Ketua KONI Bone, Andi Haedar, mengatakan sebenarnya ada dana yang diberikan ke cabor olahraga balap motor sebanyak Rp50 juta.

"Kalau tidak salah itu Rp50 juta. Kemudian juga ada motor yang kami belikan empat unit untuk balap. Kemarin memang ada proposal yang masuk, tapi kita tidak bisa memberikan sesuai permintaannya karena anggarannya terbatas," kata Andi Haedar.

Manajer cabor balap motor Bone, Heru, yang ditemui dikantornya mengatakan memang proposal yang kemarin pihaknya memang meminta anggaran Rp300 juta, namun yang cair hanya Rp150 juta.

"Jadi begini pencairan pertama itu hanya Rp50 juta itu Pra-Porda. Kemudian menjelang Porda baru lagi keluar Rp50 juta. Kemudian KONI membelikan empat unit motor untuk atlet," kata Heru.

Heru berujar, terkait dengan tidak adanya fasilitas yang diberikan ke para atlet, karena memang pihaknya lebih mendahulukan kualitas motor yang digunakan balap dari pada perlengkapan lain.

"Sistem kami memang lebih mendahulukan bagaimana ke motor supaya larinya bisa cepat dibanding penampilan. Karena kita memang ditarget dua medali emas. Nah makanya kita tidak belikan kostum karena anggarannya kita larikan ke kelengkapan motor. Saat itu sebagian atlet juga setuju, lagian semua atlet kami itu memang memiliki kostum balap semua," bebernya.