Minggu, 25 November 2018 20:53 WITA

Flying Wheel Makassar Siap Hadapi Laga Perdana Srikandi Cup di Bali

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
Flying Wheel Makassar Siap Hadapi Laga Perdana Srikandi Cup di Bali
Sesi jumpa pers Srikandi Cup musim 2018-2019 di GOR Merpati, Bali, Minggu (25/11/2018).

RAKYATKU.COM, DENPASAR - Seri pertama kompetisi basket putri tertinggi di tanah air bertajuk Srikandi Cup musim 2018-2019 akan bergulir secara resmi di GOR Merpati, Denpasar, Bali, Senin (26/11/2018) besok.

Selama kurang lebih sepekan, tujuh tim yakni Merpati Bali, Flying Wheel Makassar, GMC Cirebon, Tenaga Baru Pontianak, Sahabat Semarang, Tanago Jakarta, dan tim pendatang baru Scorpio Jakarta akan memulai perjuangan mereka untuk meraih piala Srikandi Cup yang sebelumnya dimiliki oleh tim Surabaya Fever namun kali ini absen.

Wakil Sulsel di ajang ini, yakni Flying Wheel Makassar akan memulai laga perdana mereka pada pertandingan kedua, Senin (26/11/2018) menantang tuan rumah Merpati Bali. Sebelumnya di game pertama, GMC Cirebon akan berhadapan dengan pendatang baru Scorpio Jakarta.

Koordinator Srikandi Cup, Deddy Setiawan menjelaskan bahwa absennya juara bertahan Fever dan tim semifinalis Merah Putih Jakarta akan mengubah peta kekuataan Srikandi Cup musim ini.

Menurut Deddy, musim ini format Srikandi Cup berganti menjadi liga. Kata Deddy, absennya juara bertahan Surabaya Fever dan Merah Putih Jakarta memberi pengaruh terhadap peta persaingan musim ini. 

"Namun tidak lantas membuat kualitas liga akan menurun, justru sebaliknya musim ini terbilang musim yang kompetitif. Contohnya hadirnya Scorpio Jakarta yang memiliki pemain berpengalaman yang kembali memperkuat klub asalnya. Demikian dengan GMC Cirebon yang ditangani pelatih asing asal Korea. Perputaran rotasi pemain baru di beberapa tim juga harus dipehitungkan," tuturnya dalam sesi jumpa pers di GOR Merpati, Bali, Minggu (25/11/2018).

"Untuk liga sendiri, musim ini kami menyediakan livestreaming dan mengikat kerja sama selama 3 tahun dengan LiGR penyedia grafis statistik asal Australia. Semoga hal ini bisa memuaskan pecinta Srikandi Cup diseluruh Indonesia dan juga untuk rekan-rekan media khususnya untuk memperdalam tulisan dengan data yang kami sediakan."

Seri pertama Srikandi Cup ini juga menjadi ujian bagi tuan rumah Merpati Bali yang difavoritkan sebagai kandidat calon juara, selepas absennya Surabaya Fever. Bagi pelatih kepala Bambang Asdianto Pribadi, hal tersebut tidak akan membebani dirinya, namun justru menjadi pemicu postip untuk bisa memberikan prestasi yang terbaik.

“Pertama saya ucapkan selamat datang di rumah Merpati Bali kepada semua tim Srikandi Cup. Untuk Merpati Bali sendiri saya pernah ucapkan sebelumnya, bahwa musuh yang terbesar dan terberat itu adalah diri kami sendiri. Artinya kami harus bisa memerangi atau mengkontrol diri kami dari semua aspek. Absennya Surabaya Fever memang sangat disayangkan, tetapi itu tidak lantas membuat otomatis kami akan menjadi juara. Saya rasa semua tim juga mempunyai kans yang sama," tegas pelatih berkacamata yang kerap disapa dengan sebutan Coach Mbing ini.