Minggu, 02 Desember 2018 18:00 WITA

Superior, GP Ansor Wajo Kampiun Dispora Cup

Editor: Nur Hidayat Said
Superior, GP Ansor Wajo Kampiun Dispora Cup
Tim GP Ansor Wajo.

RAKYATKU.COM, BONE - Tim sepak takraw GP Ansor Wajo membuktikan superioritasnya pada turnamen bertajuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel Cup di Kabupaten Bone. GP Ansor Wajo juara dengan hanya kehilangan satu set di sepanjang turnamen.

Pada turnamen yang berlangsung di Lapangan Taccipi, Kabupaten Bone, 30 November hingga 2 Desember, GP Ansor Wajo tampil ciamik dengan melibas semua lawan-lawannya.

Menerapkan sistem gugur, GP Ansor Wajo mengalahkan Forza Soppeng di 16 besar dua set langsung, 21-15 dan 21-16. Selanjutnya di babak 8 besar mengalahkan Stia Prima Bone juga dengan dua set langsung, 21-11 dan 21-19.

Langkah mulus GP Ansor Wajo berlanjut di babak semifinal. Menghadapi Bone Bangkit 2, mereka menang lagi-lagi menang dengan straight set, 21-16 dan 21-7.

Laga seru kemudian tercipta pada laga final yang berlangsung, Minggu (2/12/2018). Menghadapi Bone Bangkit 1, GP Ansor Wajo harus menyerah di set pertama dengan skor 22-24.

Loading...

GP Ansor Wajo kemudian bangkit dan meneruskan dominasi. Menang 24-22 di set kedua, GP Ansor Wajo melanjutkan penampilan okenya di set ketiga dengan skor 21-16. Mereka kemudian mengunci laga sekaligus menjadi juara usai menang di set keempat 21-19.

Manajer GP Ansor Wajo, Fahri, amat antusias dengan kemenangan timnya. Ia berujar, kerja keras timnya sejak awal turnamen akhirnya membuahkan hasil. "Semua lawan sesungguhnya bermain bagus. Namun, ketenangan dan kematangan dalam bermain menjadi kunci tim kami," ujar Fahri usai laga.

Pada turnamen ini, GP Ansor Wajo diperkuat deretan pemain bintang. Dua di antaranya merupakan pemain yang memperkuat tim nasional Indonesia pada Asian Games 2018 lalu. "Ada Putra dan Firmansyah yang main di Asian Games 2018 kemarin. Kami juga diperkuat Saiyed Nur Adil yang kaya pengalaman, pernah main di Asian Games dan banyak turnamen internasional. Ada juga Fandi yang sudah klop dengan ketiganya," tutur Fahri.

Fahri tak lupa memberikan kredit khusus kepada Bone Bangkit 1 yang jadi lawan mereka di final. "Iya, mereka sempat membuat kami kerepotan. Wajar karena mereka diperkuat pemain senior yang main di Asian Games. Tetapi sekali lagi ketenangan tim kami jadi kunci hingga akhirnya menjadi juara," pungkas Fahri. Meraih gelar juara, GP Ansor Wajo berhak meraih trofi dan uang pembinaan.

Loading...
Loading...