Kamis, 07 Maret 2019 17:36 WITA

Pembalap Sepeda Putri Dipaksa Berhenti karena Lebih Cepat dari Pembalap Putra

Editor: Nur Hidayat Said
Pembalap Sepeda Putri Dipaksa Berhenti karena Lebih Cepat dari Pembalap Putra
Nicole Hanselmann dihentikan penyelenggara balap sepeda karena dia nyaris melampaui para pembalap putra, meskipun pembalap putra berangkat lebih cepat 10 menit. (Foto: Getty Images)

RAKYATKU.COM - Seorang pembalap putri, Nicole Hanselmann, dihentikan untuk sementara karena dia nyaris melampaui para peserta laki-laki.

Penyelenggara Omloop Het Nieuwsblad di Belgia menyetop pembalap Swiss itu setelah melaju dengan menakjubkan mengalahkan pembalap lain.

Masalahnya adalah laju Hanselmann dipandang terlalu cepat. Balap kategori putra dimulai 10 menit sebelum putri, tetapi Hanselmann telah berada di belakang kendaraan pengawal para peserta putra setelah 35 kilometer.

Hanselmann paling tidak berada dua menit di depan para pembalap putri lain ketika dia dihentikan dan diperintahkan untuk menunggu agar terdapat jarak antara dirinya dan para peserta putra.

"Kami bisa melihat ambulans balap putra. Saya pikir mereka berhenti selama 5 atau 7 menit, dan itu mematikan kesempatan saya," kata pembalap Swiss itu di situs internet Cycling News.

Ketika penyelenggara balap 123 kilometer mengizinkan Hanselmann untuk membalap kembali, dia tidak mampu mengembalikan kecepatan sebelumnya dan mengakhiri balap di urutan ke-74.

Loading...

Pembalap Belanda, Chantal Blaak, menjadi pemenang. "Saya terlalu dekat dengan pembalap putra, jadi saya harus mendapatkan kembali jarak waktu yang netral," kata Hanselmann.

"Agak menyedihkan bagi saya karena saya dalam keadaan prima sebelumnya dan ketika kelompok pembalap melihat Anda berhenti, mereka menjadi lebih bersemangat untuk mengalahkan Anda," tambahnya.

Akan tetapi, dia juga melihat sisi menggelikan dari peristiwa ini dan menaruh lelucon di akun Instagram-nya.

"Kemungkinan pembalap putri lain dan saya terlalu cepat untuk pembalap-pembalap putra yang terlalu lambat," katanya dengan nada kelakar.

Sumber: BBC Indonesia

Loading...
Loading...