Jumat, 13 September 2019 01:00 WITA

Soal Logo Rokok Djarum, Moeldoko: Itu Persepsi, Teruskan Audisi, Jangan Berhenti

Editor: Fathul Khair Akmal
Soal Logo Rokok Djarum, Moeldoko: Itu Persepsi, Teruskan Audisi, Jangan Berhenti
Tampak depan GOR dan Asrama PB Djarum di Jati, Kudus, Jawa Tengah (PB Djarum)

RAKYATKU.COM - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengomentari soal logo Djarum pada audisi bulutangkis, yang terindikasi sebagai eksploitasi anak. Moeldoko tak mempermasalahkan atlet muda mengenakan kaos berlogo Djarum.

"Pemakaian kaos Djarum enggak ada hubungannya. Djarum adalah rokok, itu adalah sebuah persepsi," kata Moeldoko di GOR PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (12/9/2019).

Moeldoko menerangkan, logo yang menempel pada kaos para atlet muda PB Djarum, berbeda dengan program pembinaan atlet yang selama ini dijalankan oleh PB Djarum.

Termasuk audisi bulutangkis untuk atlet muda yang dikecam oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang dituding sebagai eksploitasi anak terselubung.

"Djarum itu banyak foundation-nya, banyak yang dilakukan. Semua yang dilakukan Djarum Foundation itu bagian dari apa yang saat ini pemerintah lakukan," ujar Moeldoko.

"Sejalan dengan pemerintah menyusun talenta manajemen nasional yang saat ini telah disiapkan kantor kepada staf presiden dan Bappenas," sambungnya dikutip dari suara.com.

Loading...

"Saya tidak membela Djarum. Saya membela keinginan anak-anak untuk menjadi juara, enggak boleh dipatahkan oleh siapapun pun," Moeldoko menambahkan.

Untuk itu, mantan Panglima TNI ini meminta Djarum Foundation dan PB Djarum, meneruskan program penjaringan atlet muda berbakat di seluruh pelosok Tanah Air berupa audisi bulutangkis yang telah berjalan sejak 2006.

"Audisi itu harus tetap diteruskan, audisi itu baik. Saya minta dari Djarum Foundation untuk tetap diteruskan jangan dihentikan," pintanya.

Guna mengakhiri polemik persoalan logo Djarum, dalam waktu dekat Moeldoko akan mengundang KPAI untuk membicarakan solusi terbaik.

"Saya sudah biasa bicara dengan KPAI. Nanti akan saya temui, kita akan bicara dengan baik. Meluruskan definisi yang benar jangan membuat pernyataan yang akhirnya membingungkan semua orang," pungkas Moeldoko.

Loading...
Loading...