Minggu, 14 Agustus 2016 15:56 WITA

Olimpiade Rio Diwarnai Kekerasan dan Bisnis Prostitusi

Editor: Suriawati
Olimpiade Rio Diwarnai Kekerasan dan Bisnis Prostitusi
Pemuda duduk diborgol di trotoar karena mereka ditangkap oleh polisi (Mirror)

RAKYATKU.COM - Kemewahan dan kemeriahan dari Olimpiade Rio 2016 dicengkeram oleh kekerasan, kejahatan dan perkebangan bisnis prostitusi.

Bahkan ketika miliaran orang turun untuk menyaksikan atlet andalannya memenangkan medali emas, tiga orang yang diduga anggota geng ditembak mati oleh polisi dalam baku tembak di Rio Utara.

baca juga: Olimpiade Rio 2016: Tarif PSK Brasil Naik

Sebuah patroli pasukan keamanan untuk Olimpiade juga ditembak di favela Mare setelah "salah belok."

Di lain sisi, para wanita, banyak diantaranya masih di bawah umur menjual tubuh mereka, di sebuah kota bersama dengan 12.000 pekerja seks lainnya.

Olimpiade Rio Diwarnai Kekerasan dan Bisnis Prostitusi

Vila Mimosa, kota yang dikenal sebagai Tender Love, PSK bahkan membuat brosur untuk Olimpiade dan menawarkan potongan harga untuk memperebutkan pelanggan. 

baca juga: Bus Media Ditembak di Dekat Olimpiade Rio

Vila Mimosa merupakan zona prostitusi tertua dan terbesar di Rio, di mana 3.000 wanita menawarkan jasa mereka di lebih dari 70 bar. Kota ini telah terpukul oleh resesi terdalam dalam satu abad.

Tapi, bahkan sebelum Olimpiade dimulai, Rio telah melihat peningkatan tajam terhadap kejahatan, dengan 2.000 pembunuhan dalam tujuh bulan pertama tahun ini.