29 September 2016 20:51 WITA

Jabar dan Sulsel Sempat Diusulkan Juara Bersama Sepakbola PON 

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Jabar dan Sulsel Sempat Diusulkan Juara Bersama Sepakbola PON 
Gangguan sinar laser kepada pemain Sulsel dalam final cabor sepakbola PON Jabar, di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/9/2016). (dok)

RAKYATKU.COM, BANDUNG - Dewan Hakim PB Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, membeberkan hasil sidang insiden sinar laser di final cabor sepakbola, Rabu (28/9/2016).

Salah satu yang terungkap dalam sidang itu, Dewan Hakim sempat mengusulkan agar Jabar dan Sulsel diputuskan sebagai juara bersama.

Namun, usulan itu ditolak sebagian Dewan Hakim. "Sebagian besar berpegang pada regulasi PON Pasal 39 tentang keputusan wasit tidak dapat diganggu gugat," terang salah satu anggota Dewan HakimPON Jabar, Alfred Simanjuntak, Kamis (29/9/2016). 

Dalam sidang ini juga, lanjut Alfred, Dewan Hakim sepakat menjatuhkan sanksi kepada Panitia Pelaksana Cabor Sepakbola PON Jabar, berupa denda Rp20 juta. Sanksi itu karena kelalaian panpel, sehingga terjadi aksi kurang terpuji suporter yang menembakkan sinar laser ke arah pemain Sulsel. 

"Keputusan Dewan Hakim berdasarkan protes dari Sulsel. Ini sebagai koreksi untuk kedepannya. Sanksinya adalah denda Rp20 juta kepada panpel," tegas Alfred.  
  
Pada final cabor sepakbola, tim Jabar bertemu Sulsel di Stadion Si Jalak Harupat, malam kemarin. Laga yang berlangsung ketat tersebut, harus berakhir dengan adu penalti. 

Konsentrasi pemain Sulsel, diganggu dengan tembakan sinar laser suporter. Ini dianggap sebagai biang kegagalan dua eksekutor penalti Sulsel. 

"Sinar laser merupakan tingkah lalu buruk penonton dan kelalaian panpel mengantisipasinya," sambung Alfred. 

Sementara Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Sulsel Andi Darussalam mengatakan, pihaknya sudah mengajukan protes dengan pertandingan ini. Hasilnya, PB PON akui bahwa laser itu melanggar. 

‎"Kita sudah berjuang dan cara menang mereka tidak sportiv. Tapi kita senang lah karena mereka sudah mengakui dengan adanya keputusan sanksi dari PB PON," ungkapnya.