Sabtu, 10 Februari 2018 16:52 WITA

Putri Indonesia Takluk Atas Jepang, Greysia Kecewa Wasit

Editor: Abu Asyraf
Putri Indonesia Takluk Atas Jepang, Greysia Kecewa Wasit
Greysia/Apriyani menyerah atas pasangan Jepang, Matsutomo/Takahashi dengan skor 20-22, 21-19, 21-18.

RAKYATKU.COM - Mimpi Indonesia untuk merebut juara Badminton Asia Team Championships 2018 dari sektor putri harus dikubur dalam-dalam. Greysia Polii takluk atas Jepang dengan skor 0-3, Sabtu (10/2/2018).

Jepang memastikan diri lolos ke final setelah pada partai ketiga, Gregoria Mariska Tunjung gagal mengatasi Nozomi Okuhara dan menyerah rubber game 5-21, 21-19, dan 15-21. Pertandingan digelar di Alor Setar, Malaysia.

Sebelumnya, tim putri Indonesia tertinggal 0-2 dari Jepang setelah Greysia Polii/Apriyani Rahayu tak berhasil menahan laju Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Lewat permainan berdurasi 88 menit, Matsutomo/Takahashi menghentikan Greysia/Apriyani dengan skor 20-22, 21-19, 21-18.

Kemenangan Matsutomo/Takahashi semakin menambah keunggulan tim putri Jepang setelah di partai pertama, Akane Yamaguchi berhasil memenangi pertandingan atas Fitriani dengan skor 17-21, 21-13, 21-17.

Greysia/Apriyani sempat mengembuskan harapan dengan merebut gim pertama dari Matsutomo/Takahashi. Namun, Matsutomo/Takahashi kembali menekan Greysia/Apriyani di gim kedua dan ketiga. Sempat berkejaran angka, Greysia/Apriyani akhirnya kembali menyerah untuk yang keempat kalinya dari ganda putri andalan Jepang tersebut.

Pertandingan ini juga diwarnai insiden protes dari Greysia kepada wasit dalam kedudukan 14-16 pada gim ketiga. Servis Greysia dinyatakan fault karena kakinya melewati garis. Hal ini berbeda dengan pendapat Greysia ditambah lagi hakim servis tidak menyatakan servisnya fault.

“Banyak belajar dan bersyukur, kami berjuang untuk bisa menang. Terlepas dengan hasilnya, kalah lagi? Inilah namanya pertandingan, kami akan tetap mau coba lagi,” ujar Greysia mengomentari pertandingannya dan Apriyani.

“Saya kalau servis memang kebiasaan pertama injak garis untuk lebih tenang, baru mundur kakinya. Hakim servis tidak masalah dari awal, tetapi tiba-tiba wasit menyalahkan. Saya tahu wasit punya hak memutuskan, tetapi saya bukan baru sekali ini saja main, dari awal wasitnya seperti tegang dan tidak ada ketegasan,” jelas Greysia.

“Saya tidak menyalahkan wasit, hanya masukan kalau wasit harus tenang sedikit karena keputusannya sangat besar, satu poin itu sangat berharga untuk kami ataupun lawan. Tetapi, ya, sudahlah, kami lupakan kejadian ini, ini bukan alasan kekalahan kami,” tambahnya.

Berita Terkait