Rabu, 14 Maret 2018 03:30 WITA

Tunggal dan Ganda Putra Indonesia Akan Tersingkir di Fase Awal All England

Editor: Fathul Khair Akmal
Tunggal dan Ganda Putra Indonesia Akan Tersingkir di Fase Awal All England
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.

RAKYATKU.COM - Tim Merah Putih dipastikan akan kehilangan wakil lebih cepat di sektor tunggal putra dan ganda putra, karena pertemuan sesama pebulutangkis Indonesia di babak pertama All England 2018.

Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting akan saling menguat untuk memperebutkan tiket ke babak kedua. Begitu pula dengan Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan melawan Angga Pratama / Rian Agung Saputro. Pemenang dalam laga antara Marcus / Kevin dan Angga / Rian juga timbal kemenangan indonesia lainnya di babak kedua, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto. Di babak pertama Fajar / Rian harus dengan wakil Malaysia Ong Yew Sin / Teo Ee Yi.

Pertemuan antara sesama wakil indonesia juga berpeluang di sektor ganda. Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir yang bertemu Evgenij Dremin / Evgenia Dimova akan bertemu juniornya, dengan catatan Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja menang atas Tan Kian Meng / Lai Pei Jing. 

Sementara di sektor ganda putri, pertemuan sesama pebulutangkis pelatnas kemungkinan akan terjadi di babak perempat final dengan syarat Greysia Polii / Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris / Rizki Amelia Pradipta dapat saling mengalahkan lawan masing-masing.

Menanggapi pertemuan dini wakil-wakil indonesia, salah satu pelatih pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi berharap di masa depan pengundian All England dapat dilihat secara langsung. 

"Optimistis [meraih gelar juara] tetap dong, tapi disayangkan gambar -nya kurang menguntungkan untuk indonesia. Masukan buat BWF, kalau ada yang penting seperti Inggris, ada saja proses menggambar itu disiarkan langsung melalui live streaming atau ada arus," kata pelatih ganda putra itu seperti dilansir situs PBSI.

"Misalnya seperti di beregu, gambar manual dan bisa dilihat semua orang. Jadi kalau imbang sudah jadi dan masih ketemu sekuni indonesia, ya namanya nasib. Kalau pun gambar pakai komputer, ada yang bisa disaksikan, kan jauh lebih adil, ini menurut pemikiran saya, "sambungnya. 

Di sektor tunggal putri tidak akan terjadi pertemuan antar sesama wakil Merah Putih karena hanya Fitriani yang menjadi utusan indonesia.