Senin, 23 April 2018 09:33 WITA

Menang di MotoGP Austin, Marquez: Intinya Gas Saja

Editor: Nur Hidayat Said
Menang di MotoGP Austin, Marquez: Intinya Gas Saja
Marc Marquez saat selebrasi kemenangan di MotoGP Austin. (Foto: MotoGP)

RAKYATKU.COM, AUSTIN - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tampil dominan pada seri balapan MotoGP Austin di Circuit of the Americas, Senin dini hari Wita (23/4/2018). The Baby Alien menganggap kemenangan ini lain daripada yang lain.

Pada balapan kali ini Marquez memulai dari posisi start keempat. Pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya, ia sesungguhnya tampil pole position. Namun, insiden dengan pembalap Movistar Yamaha, Maverick Minales, menjadikan juara dunia tahun lalu itu dihukum tiga grid atau pengurangan tiga posisi start.

Biar begitu, hal tersebut tidak berpengaruh pada balapan sesungguhnya. Setelah start ia langsung mengambil alih balapan. Ia memimpin balapan sejak lap pertama hingga menyentuh garis finis.

Dengan kemenangan ini, makin mengukuhkan nama Marquez sebagai penguasa Circuit of the Americas. Bagaimana tidak, sejak 2013 lalu, ia selalu finis di podium juara di sirkuit ini. Di belakang Marquez, berturut-turut ada Vinales dan Andrea Iannone.

Kemenangan ini juga menjadikan Marquez sebagai pimpinan sementara klasemen MotoGP dengan 45 poin. Ia hanya berselisih satu angka dengan Andrea Dovizioso di puncak klasemen. Sementara itu, di posisi ketiga ada Vinales dengan 41 poin.

Marquez mengaku pada balapan kali ini ia memiliki motivasi ekstra. Itu tidak lain adalah kritikan yang dilontarkan kepadanya akibat insiden dengan pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, pada MotoGP Argentina. 

Kala itu, Marquez menabrak Rossi yang menjadikannya dihukum penalti 30 detik. Marquez bilang hal itu menjadikan dirinya amat berhasrat memenangi balapan MotoGP Austin. "Ya. Saya tidak bisa bohong. Saya punya motivasi spesial, tekanan spesial di balapan ini," kata Marquez kepada BT Sport.

"Saya tidak pernah menghadapi balapan seperti ini, memimpin di lap pertama dan menekan sampai akhir. Saya selalu sedikit menunggu dan menyerang di akhir."

"Hari ini saya merasa seperti ini: gas saja. Saya punya kecepatan, balapannya begitu panjang, di empat atau lima lap terakhir saya sudah berpikir soal makan malam, karena itu begitu lama dan sirkuitnya sangat sulit!"

"Tapi, terlepas dari guyonan itu, ini adalah akhir pekan yang penting, kami bekerja keras. Itu adalah motivasi spesial."