Senin, 30 April 2018 14:26 WITA

Nyaris Menyerah, Syamsuddin Umar Akhirnya Terbitkan Buku Bola Itu Bundar 

Editor: Abu Asyraf
Nyaris Menyerah, Syamsuddin Umar Akhirnya Terbitkan Buku Bola Itu Bundar 
Syamsuddin Umar menyerahkan buku Bola Itu Bundar kepada kiper legendaris PSM, Anshar Abdullah, Senin (30/4/2018).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Mantan pemain dan pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Umar memperkenalkan buku karyanya. Buku berjudul "Bola Itu Bundar" tersebut diluncurkan di Hotel Grand Imawan, Senin (30/4/2018).

Syamsuddin Umar yang membawa PSM juara Liga Indonesia 2000 mengaku butuh waktu hampir dua tahun untuk merampungkan buku itu. Upaya untuk mendokumentasikan sejarah sepak bola di Sulsel itu ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Nyaris Menyerah, Syamsuddin Umar Akhirnya Terbitkan Buku Bola Itu Bundar 

Mantan pelatih Timnas PSSI itu mengatakan, tak mudah mendapat data yang relevan untuk dijadikan referensi dalam bukunya. Dia harus melakukan wawancara terhadap pihak yang terkait mengenai sepak bola maupun perkembangannya di Sulsel.

"Karena mencari orang berkomentar dan bagaimana mengumpulkan semua data-data. Kita harus kroscek semua karena kalau tidak valid, pasti akan jadi tertawaan," ungkap Syamsuddin Umar pada bedah buku yang dihadiri sejumlah tokoh.

Pelatih yang membawa tim Sulsel menembus final PON Jabar XIX 2016 tersebut nyaris menyerah. "Kadang-kadang mau maju, mundur lagi," tambahnya.

Mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel itu akhirnya menguatkan tekad untuk merampungkan buku tersebut. Dia ingin memberi sesuatu kepada generasi muda.

Nyaris Menyerah, Syamsuddin Umar Akhirnya Terbitkan Buku Bola Itu Bundar 

"Kalau tidak ada tulisan seperti ini, suatu saat akan habis atau akan jadi debu yang akan ditiup oleh angin dan itu hilang," jelas dia dalam acara yang turut dihadiri mantan Manajer Timnas PSSI, Andi Darussalam Tabusalla itu dan mantan kiper andalan PSM, Anshar Abdullah.

"Ketika saya akan meninggalkan dunia, ini ada kenangan yang saya bisa dapat dan saya akan perlihatkan kepada anak cucu saya, bahwa nenekmu, kakekmu pernah bermakna di daerah ini," lanjut Syamsuddin Umar.


 

Berita Terkait